Anda Ingin Punya Rumah? Kini KPR Sudah Disubsidi

"Kementerian PUPR menargetkan setidaknya tahun ini dapat digunakan untuk uang muka pembelian 550 ribu unit rumah oleh masyarakat berpenghasilan rendah"
Ilustrasi Perumahan (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,2 triliun untuk merealisasikan subsidi bantuan uang muka (SBUM) kredit pemilikan rumah (KPR) di 2017.

Kementerian PUPR menargetkan setidaknya tahun ini dapat digunakan untuk uang muka pembelian 550 ribu unit rumah oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

"Target SBUM itu sesuai dengan rencana kerja pemerintah," kata Direktur Jenderal Pembiayaan Peruhaman Kementerian PUPR, Maurin Sitorus.

Menurutnya, bagi perbankan yang ingin menjadi pelaksana SBUM harus memenuhi sejumlah persyaratan, baik untuk bank umum konvensional ataupun bank umum syariah. Persyaratan itu di antaranya dengan mengajukan surat pernyataan minat menjadi bank pelaksana kepada Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR.

"Dan merupakan bank umum mitra pemerintah dalam pengelolaan rekening pengeluaran, rekening penerimaan, dan rekening lainnya milik kementerian negara, lembaga, atau satuan kerja," sebut Maurin.

Ia juga mengatakan program pembiayaan perumahan tersebut sudah dilaksanakan pada 2016 lalu akan terus dilanjutkan tahun ini. Program pembiayaan perumahan tersebut meliputi Program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Subsidi Selisih Bunga, Bantuan Uang Muka, dan juga program baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan.(*)