Irigasi Rusak, Produksi Gabah di Sumbar Terancam Menurun

" Target 3 juta ton produksi gabah di Sumbar akan sulit tercapai"
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar menilai kerusakan irigrasi di Sumbar berdampak terhadap produksi gabah di provinsi itu.

Dengan kondisi demikian, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra mengatakan target 3 juta ton produksi gabah di Sumbar akan sulit tercapai.

"Kondisi pengairan pertanian kurang mendukung untuk mendongkrak hasiol pertanian," katanya.

Menurutnya, dari 100 persen, kerusakan irigasi tersebut meliputi 60 persen irigasi yang ada di Sumbar.

"Berdasarkan data, setidaknya ada 32 jalur irigasi di Sumbar yang mengalami kerusakan cukup parah, dan hal ini tentu tidak baik bagi pertanian," katanya.

Puluhan irigasi besar yang rusak tersebut terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 11 irigasi, Tanah Datar sebanyak 4 irigasi diantaranya yaitu irigasi Lintau Buo, Pangian. Kemudian Dharmasraya sebanyak 6 irigasi. Selanjutnya di Limapuluh Kota sebanyak 3 irigasi, kabupaten Agam sebanyak 5 irigasi.

"Kemudian di Kota Padang juga terdapat irigasi yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik yakni irigasi di Kecamatan Koto Tangah yang sampai saat ini masih belum diperbaiki," jelas dia.

Ia juga menyebut di Kabupaten Pasaman juga ditemukan irigasi yang belum berfungsi baik salah satunya yakni irigasi Panti-Rao.

Kendati demikian, dipastikan Sumbar masih tetap surplus beras, seperti tahun 2016 lalu dimana angka surplus beras mencapai 1 juta ton.

[Joni Abdul Kasir]