Mendag Beri Ancaman Keras untuk Importir Penimbun Pangan

"Ancaman tersebut ia lontarkan usai terbongkarnya praktik penimbunan 182 ton bawang putih impor"
Menteri Perdagangan, Engartiasto Lukito Saat Mengunjungi Sebuah Pasar (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Perdagangan, Engartiasto Lukito memberikan acaman yang keras untuk importir yang terbukti menimbun bahan pangan. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada permainan bahan pangan jelang ramadan dan lebaran.

Ancaman tersebut ia lontarkan usai terbongkarnya praktik penimbunan 182 ton bawang putih impor di Cilincing Marunda, Jakarta Utara, kemarin.

Bawang putih tersebut merupakan komoditas impor dari China dan India. Saat pembongkaran tersebut, importir bawang diketahui tidak memiliki dokumen impor resmi.

"Perusahaanya akan saya cabut izinnya jika masih ada yang ingin bermain," katanya.

Saat ini ia mengklaim, ketersediaan bahan pangan mulai dari beras, bawang, hingga daging akan mencukupi kebutuhan masyarakat selama perayaan ramadan. Namun begitu, aparat tetap akan bertindak tegas terhadap perilaku curang perdagangan bahan pangan.

"Sekarang masyarakat tidak akan merasakan harga tinggi, jika importir menaikkan harga, pemerintah berikan stok. Begitu terus jika importir masih ingin bermain, jadi tidak ada harga yang naik selama persediaan bahan pangan terjaga," tegas dia.

Senanda dengan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai, tindakan tegas yang diberikan oleh pihak terkait bisa menjamin keamanan persediaan bahan pangan.

Ia meminta agar semua pihak yang mengetahui praktek penimbunan tersebut bisa melaporkannya pada pihak kepolisian.(*)