Sri Mulyani : Ekonomi Indonesia Terjaga Meski Global Tidak Pasti

"Sri Mulyani menyebut beberapa tantangan ekonomi dan sosial perlu diperhatikan"
Sri Mulyani (Kemenkeu.go.id)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanjan Negara (RAPBN) 2018, pada Rapat Paripurna DPR-RI pada Jumat siang.

Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa meskipun kondisi perekonomian global penuh ketidakpastian, akan tetapi kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir masih terjaga dan tumbuh dalam tingkat yang cukup baik.

Dilansir dari laman Kemenkeu, Sri Mulyani menyebut beberapa tantangan ekonomi dan sosial perlu diperhatikan, antara lain kemiskinan, kesenjangan antar kelompok pendapatan hingga antar-wilayah, serta berbagai permasalahan sosial lainnya seperti isu kesetaraan gender dan isu pelestarian lingkungan.

"APBN sebagai instrumen kebijakan ekonomi yang sangat penting harus terus dirancang dan diarahkan untuk membangun fondasi perekonomian yang kokoh, kuat, berdaya saing tinggi, mampu menciptakan kesempatan kerja serta mampu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan," jelas dia.

Sementara itu, di tahun 2018, pemerintah telah menetapkan sasaran pertumbuhan pada kisaran 5,4-6,1 persen, tingkat inflasi pada rentang 3,5% plus minus 1%, rata-rata nilai tukar Rupiah di tingkat yang aman di rentang Rp13.500 - Rp13.800 per dolar Amerika Serikat, serta suku bunga SPN 3 bulan tahun 2018 sebesar 4,8-5,6%.

Selain itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) untuk tahun 2018 diperkirakan berada pada kisaran USD45-60 per barel. Sedangkan asumsi lifting minyak dan gas bumi pada 2018 diperkirakan mencapai 1.965-2.050 ribu barel per hari.(*)