Mengintip Pasar Pabukoan Pasa Ateh Bukittinggi yang Kaya Rasa

"Selama puasa, di pasar ini bisa dijumpai aneka makanan tradisional Minangkabau"
Suasana di Pasa Ateh Bukittinggi Kala Sore Hari di Bulan Ramadan (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Mengunjungi Kota Bukittinggi saat Ramadan untuk berburu Takjil, tak lengkap rasanya jika tidak singgah ke sebuah pusat kuliner musiman yang berada di kawasan Pasa Ateh.

Pasa Ateh merupakan salah satu pusat keramaian di kota Bukittinggi, khusus selama Ramadan kawasan ini selalu ramai kala sore menjelang masuknya waktu berbuka.

Pasa Ateh merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Bukittinggi yang dihuni oleh sekitar 100 pedagang-berdasarkan data dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi,. Pedagang yang ada di kawasan itu tertata dengan posisi lapak yang teratur memadati kawasan pasar.

Selama puasa, di pasar ini bisa dijumpai aneka makanan tradisional Minangkabau seperti Lamang, Lapek, Onde-Onde, Gelamai, Nasi Kapau, Katupek Gulai, Mihun, Gorengan. Dengan keberagaman makanan tersebut membuat Pasa Ateh jadi kaya rasa.

"Makin sore, makin banyak yang datang," ungkap salah satu pedagang Pasa Ateh, Ni Sal. Dengan keberagaman makanan tersebut membuat Pasa Ateh menjadi kaya rasa.

Ia menyebut, puncak keramaian di Pasa Ateh setiap harinya terjadi pada jam 17.00-18.00 WIB. "Ramai sekali, rasanya seluruh warga Bukittinggi tumpah ruah kesini," sebut Ni Sal kemudian.

Keberadaan pusat pabukoan di Pasa Ateh telah menumbuhkan geliat ekonomi bagi masyarakat sekitar, dengan demikian pihak kepolisan pun tampak meningkatkan pengawasan dan pengamanan dengan berpatroli di dalam pasar.

"Seiring dengan ramainya masyarakat yang berkunjung, hal itu tentunya menumbuhkan penghasilan pedagang selama ramadan. Di hari biasanya Pasa Ateh ramai dikunjungi oleh wisatawan, selama puasa wisatawan sepi tapi ada pengganti penghasilan pedagang dengan pasa pabukoan ini," pungkas Ni Sal kemudian.

[Hatta Rizal]