Bank Nagari Bergejolak, Gubernur Kumpulkan Bupati dan Wali Kota

"Laba Menurun, Direktur Utama Dimosi tak Percaya"
Kantor Pusat Bank Nagari. (banknagari.co.id)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengumpulkan sejumlah kepala daerah selaku pemegang saham Bank Nagari, pada Rabu (14/6) siang. Ini untuk menyikapi adanya gejolak di internal Bank Nagari.

Gubernur bersama kepala daerah lainnya memutuskan terkait perselisihan antara kepala cabang dan kepala divisi dengan Direktur Utama dan Direktur Kredit Bank Nagari yang berujung dengan mosi tak percaya pihaknya belum akan mengambil kebijakan apa-apa. Sebelumnya, surat mosi tak percaya tersebut ditujukan kepada Gubernur, Walikota, Bupati serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat surat tersebut dikirim, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sedang melaksanakan ibadah umrah.

Mendapatkan informasi gejolak internal Bank Nagari tersebut setelah dirinya pulang dari tanah suci, Irwan sudah mengumpulkan informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisaris Bank Nagari dan direksi.
Irwan Prayitno mengatakan, pemegang saham belum ada mengambil kebijakan apa-apa terkait kondisi Bank Nagari. Katanya, pemegang saham baru akan mengambil kebijakan jika sudah ada kata sepakat dari pemegang saham lainnya. Dalam kesempatan itu, disampaikannya, Bank Nagari adalah aset Sumbar, satu-satunya bank milik daerah di Sumbar.

Pantauan KLIKPOSITIF Rabu siang sejumlah kepala daerah dan perwakilan kabupaten/kota selaku pemegang saham di Bank Nagari terlihat mengadakan rapat dengan Gubernur Irwan Prayitno. Dalam pertemuan tersebut juga tampak Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.

Dari informasi yang beredar, desakan tesebut berawal dari untuk pertama kalinya dalam sejarah perjalanan Bank Nagari selama 55 tahun terjadi penurunan kualitas usaha terutama penurunan laba bersih usaha berjalan dalam jumlah yang sangat besar (hampir 31 persen). Kinerja Bank Nagari perlu dapat perhatian dan pengawasan khusus karena data dan fakta mengatakan modal sudah bertambah. Sayangnya, NPL naik, ROA menurun dan ROE menukik, LDR kecil, BOPO ... Baca halaman selanjutnya