Persediaan Banyak, Pemerintah Bakal Penuhi Kebutuhan Biodiesel China

"Kebutuhan biodiesel China mencapai 9 juta ton, sedangkan persediaan yang dimiliki oleh Indonesia mencapai 10 juta ton"
Ilustrasi (extremebiodiesel.com)

KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia mengaku siap memenuhi kebutuhan biodiesel China. Menurut Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, persediaan biodiesel Indonesia masih banyak yang belum terpakai.

Ia mengatakan, kebutuhan biodiesel China mencapai 9 juta ton, sedangkan persediaan yang dimiliki oleh Indonesia mencapai 10 juta ton yang belum terpakai.

"Kami berharap bisa mendapatkan kesempatan memasok biodiesel ke sini," katanya. Sampai saat ini biodiesel dari Indonesia belum bisa memasuki China kata Luhut. Hanya saja ia enggan memaparkan alasan yang menyangkut hal itu.

Menurut Luhut, China sendiri sampai saat ini baru menggunakan biodiesel tidak lebih dari satu juta ton yang diperkirakan impor dari Malaysia. Demikian pula dengan kelapa sawit dari Indonesia yang masuk ke China masih sangat terbatas.

"Kalau biodiesel bisa masuk ke sini, maka petani kelapa sawit pun kita bisa menikmati hasil panennya. China butuh, Indonesia punya. Penggunaan biodiesel ini u7ntuk merealisasikan pengurangan emisi karbon, negeri Tirai Bambu itu harus memanfaatkan energi berbasis nonfosil sekitar 20 persen dari keseluruhan konsumsi energi," jelas dia.

Terkait hal itu, Indonesia mengajukan beberapa tawaran, di antaranya perusahaan di Indonesia bisa membangun pabrik pengolahan dan mengekspor kelapa sawit ke China.

Kemudian selain itu minyak kelapa sawit tersebut diolah di beberapa pabrik pengolahan minyak kelapa sawit menjadi biodiesel di China.

Luhut juga menambahkan agar perusahaan China melakukan investasi di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Indonesia dan mengolahnya menjadi biodiesel untuk selanjutnya diekspor ke China.(*)