Tempat Penukaran Uang Baru di Jam Gadang Diburu Masyarakat

"Layanan penukaran uang di Bukittinggi ini dibuka hanya sehari pada Sabtu 17 Juni 2017"
Antrean penukaran uang di kawasan Jam Gadang Bukittinggi, Sabtu (17/06/2017) (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF-- Antrean panjang terjadi di kawasan pedestrian Jam Gadang Bukittinggi, Sabtu 17 Juni 2017. Antrean warga ini terjadi saat Bank Indonesia bekerjasama dengan sejumlah perbankan lainnya seperti Bank BCA, BRI, Mandiri dan Bank Nagari menyediakan layanan untuk menukarkan uang baru demi kebutuhan masyarakat saat lebaran.

Meski layanan penukaran uang baru dimulai pukul 09.00 WIB, namun kerumunan warga yang ingin mendapatkan uang pecahan baru telah mulai berkumpul sebelum pukul 09.00 WIB. 

Dari pantauan KLIKPOSITIF, 3 tenda dan 2 mobil penukaran yang disediakan pihak panitia, betul-betul sesak oleh warga yang ingin menukar uang pecahan baru. Sesekali, terdengar teriakan dari kerumunan warga saat ada yang mencoba menerobos antrean.

‘’Saya rasa, di tiap posko ada 50 meter panjang antrean dengan empat baris," sebut salah seorang warga bernama Andri yang sudah antre sejak pukul 09.30 WIB. Namun karena tak tahan dengan panjangnya antrean, sekitar pukul 10.00 WIB, Andri terpaksa meninggalkan lokasi dengan rasa kecewa.

Pihak penyelenggara pun tak menyangka jika pusat penukaran uang pecahan baru di kawasan Jam Gadang ini sangat menyedot perhatian orang banyak.

“Kami sebelumnya membuka tempat serupa di Solok, tapi tidak seramai yang di sini (Bukittinggi). Tentu akan kami evaluasi ke depannya,’’ sebut Koordinator Kegiatan Penukaran Uang, Sahermanto.

Pada tempat penukaran uang pecahan baru ini, Bank Indonesia menyediakan sejumlah uang nominal seperti pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan Rp20.000, dengan jumlah total sebesar 5,7 miliar Rupiah.

"Setiap paket atau per-orang, hanya kebagian jatah maksimal 3,7 juta Rupiah saja yang bisa ditukarkan. Sengaja dibatasi, sebab takut ada yang tak kebagian," sambung Hermanto.

[Hatta Rizal]