Seminggu Jelang Lebaran, Ini Pengakuan Pedagang di Bukittinggi

"Pedagang optimis beberapa hari lagi pasar akan ramai"
Suasana di kawasan Pasa Ateh Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Para pedagang toko di kawasan Pasa Ateh Bukittinggi-Sumbar, terutama yang berada di Blok A dan B, mengeluhkan minimnya daya beli masyarakat, padahal momen Lebaran tinggal satu minggu lagi.

‘’Sepi sekali tahun ini,’’ sebut Pedagang Baju Blus Blok B Rudi.

Kata dia, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, omzet jauh menurun drastis.

“Ada 50 persen menurun, contohnya pada Puasa tahun kemarin sehari transaksi kita 2 juta perhari, kini turun separuhnya," keluhnya.

Ia mengaku tak tahu kenapa Puasa tahun ini , daya beli masyarakat sangat menurun.

“Biasanya 10 hari hari jelang Lebaran, kita tak bisa istirahat melayani pembeli, sekarang santai," sebut pedagang baju fashion ABG ini.

Kendati demikian, ia tetap optimis beberapa hari ke depan para pembeli akan berdatangan.

Pedagang lainnya di Blok A, Emil, juga  mengatakan hal yang sama. Kata dia, penurunan omzet pada Puasa kali ini merupakan hal yang sulit.

Ia menduga, momen Lebaran yang agak bertepatan dengan tahun ajaran baru membuat orang berfikir untuk mendahulukan kepentingan membeli baju sekolah ketimbang baju Lebaran.

‘’Mungkin itu sebabnya," duganya.

Tak hanya di Pasa Ateh, keadaan serupa juga terjadi di Pasar Aur Kuning. Ronal, pedagang toko ABG Raffa Mode Aur Kuning juga bingung meratapi sepinya pembeli.

‘’Benar-benar lemah untuk tahun ini, bikin sedih,’’ ucapnya.

Menurut Ronal, penurunan omzet seperti di Pasa Ateh, juga dialami di Aur Kuning.

‘’Omzet kami juga menurun sebesar 50 persen dibanding tahun sebelumnya,’’ sebutnya.

Dari pantauan KLIKPOSITIF, di kedua Pasar di Bukittinggi itu, memang terlihat lebih ramai dibandingkan sebelum Puasa, namun jumlahnya belum mencapai puncak seperti tahun sebelumnya.

[Hatta Rizal]