Menkeu : Indonesia Tidak Darurat Utang

"Realistis saja, target pemasukan negara dari pajak belum memenuhi kebutuhan belanja "
Sri Mulyani (Humas Kemenkeu)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan jumlah utang negara saat ini masih wajar dan negara tidaklah dalam kondisi darurat utang.

Ia mengatakan sebagian besar utang negara tersebut dibeli oleh WNI, bahkan dalam tabungan utang tersebut juga bisa diinvestasikan di Surat Utang Negara (SUN).

"Hal ini sama dengan negara yang modern dimana lebih banyak alternatif investasi," kata Sri Mulyani.

Soal negara berutang lagi, Sri Mulyani menukaskan bahwa tidak ada satupun negara maju yang tidak memiliki utang. Namun begitu mengedepankan ide berutang sebagai suatu satu-satunya solusi membiayai pembangunan.

"Realistis saja, target pemasukan negara dari pajak belum memenuhi kebutuhan belanja dan investasi Indonesia yang tidak bisa ditunda," jelas dia.

Ia juga menambahkan utang negara tersebut bisa digunakan untuk investasi sehingga ekonomi masyarakat memiliki kemampuan yang produktif dan ekonomis.

Seperti yang diketahui, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah sudah mencapai Rp 3.549 triliun.

Dengan jumlah tersebut, Menteri Perekonomian, Darmin Nasution jumlah tersebut masih terbilang rendah jika dihitung dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai Rp12.406,8 triliun.

Dari jumlah PDB itu bisa dihitung bahwa nominal utang negara saat ini sebesar 28,6 persen dari PDB-tergolong rendah ketimbang negara maju lainnya.

Pendapat Menko Darmin tersebut seiring dengan data yang dipaparkan oleh Sri Mulyani pada 23 Maret 2017 lalu. Ia menyebut rasio utang terhadap PDB Indonesia lebih rendah dibandingkan negara maju misalnya AS yang sebesar 108 persen, Jepang 250 persen, dan Jerman 70 persen.

Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, rasio utang Indonesia juga masih rendah. Rasio utang Filipina dan Australia masing-masing sebesar 36 persen, Malaysia 56 persen, dan Thailand sebesar 44 ... Baca halaman selanjutnya