Harga Garam Impor Sangat Murah, Menteri Susi : Petani Lokal Merugi

"Harga garam impor tersebut yakni Rp600 per-kilogramnya"
Susi Pudjiastuti (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai kebijakan impor garam konsumsi berdampak terhadap petani garam lokal. Pasalnya, harga garam impor tersebut lebih murah ketimbang produksi petani lokal.

Ia mengatakan, harga garam impor tersebut yakni Rp600 per-kilogramnya, sedangkan untuk garam lokal lebih mahal karena memang diganjal biaya distribusi yang juga besar.

"Sebenarnya harga garam dari petani lokal juga bisa dipatok Rp600 perkilogramnya, tapi ongkos kirimnya mahal. dengan begitu efeknya ke petani lokal. Namun ya mau bagaimana lagi, kebijakan impor itu sudah ada sebelum saya jadi menteri," katanya.

Menurutnya Kementerian Perikanan dan Kelautan memiliki hak untuk memberikan rekomendasi keputusan terkait impor garam tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.

"Tapi dengan kondisi harga garam lokal, petani jadi untung, kapan lagi petani bisa menikmati manisnya harga garam yang asin itu," ucap bos maskapai Susi Air tersebut.

Kendati demikian, ia mengaku masih belum bisa meningkatkan kesejahteraan petani garam seperti halnya yang telah ia lakukan terhadap nelayan dengan berbagai kebijakannya yang tegas terhadap pelaku illegal fishing.

"Kita mau swasembada garam tapi lahannya tidak ada, seperti yang di Sumbawa, lahan disana cocok untuk mengejar swasembada, tapi lahannya sudah dikuasai swasta," ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu ia meminta agar masyarakat dan petani bisa bersabar dan bisa menikmati garam impor untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir.(*)