Hingga Juli, Pasokan Beras Nasional Mencapai 1,7 Ton

"Rata-rata beras yang masuk ke gudang penyimpanan Bulog mencapai 250 ribu hingga 300 ribu ton per bulan"
Ilustrasi (Pixabay)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia mencatat pasokan beras nasional sudah mencapai 1,7 juta ton, dan jumlah ini menurut Menteri Perekonomian Darmin Nasution mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Jumlah ini aman, pasokan beras kita saat ini sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Kendati demikian, Darmin mengaku Presiden Jokowi berpesan agar kementerian yang dipimpinnya bisa menjaga kestabilan harga beras di pasaran. Karena bagi Jokowi, jika harga beras naik drastis daya beli masyarakat jadi lesu dan memicu inflasi.

"Presiden minta agar beras untuk masyarakat sejahtera (rastra) etap dijalankan kalau pergerakan harga meningkat. Kalau perlu ditambah satu bulan. Dulu, juga pernah ditambah samapai 13 bulan dalam satu tahun kan," katanya.

Menurut Darmin, ketepatan waktu panen dan kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap harga beras. Namun begitu, pemerintah dan Perum Bulog akan berkoordinasi untuk memastikan stok beras mencukupi.

"Dari bulan ini ada panen juga, dan Oktober nanti ada panen yang cukup besar, sehingga itu masih sangat cukup," terang dia kemudian.

Berdasarkan catatan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, saat ini rata-rata beras yang masuk ke gudang penyimpanan Bulog mencapai 250 ribu hingga 300 ribu ton per bulan. "Artinya, kalau itu masih bisa dipertahankan maka aman," ujar Djarot.

Selain itu ia juga memastikan distribusi rastra tetap lancar sehingga persediaan beras masyarakat tidak berkurang.(*)