Bank Indonesia Beberkan Tiga Faktor Penghambat Ekonomi Indonesia

"Menurut Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo tiga masalah itu harus segera diatasi"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia mencatat ada tiga faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi negara, menurut Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo tiga masalah itu harus segera diatasi.

Ketiga faktor penghambat itu yakni neraca perdagangan yang rentan, infrastruktur dasar penopang industri yang belum mumpuni, serta melemahnya neraca jasa.

Ia menyebutkan saat ini neraca perdagangan Indonesia masih terbilang lemah karena negara terlalu mengandalkan ekspor barang mentah untuk menopang pertumbuhan.

Kemudian sambungnya, infrastruktur industrialisasi di Indonesia masih minim sehingga mempengaruhi sektor pengolahan.

"Pada akhirnya, industri terpaksa harus mengimpor barang modal. Dampaknya, kinerja neraca perdagangan dan iklim investasi mengalami cedera," kata Agus.

Faktor lain adalah neraca jasa khusus di bidang transportasi. Agus menjelaskan kegiatan ekspor-impor di Indonesia selama ini masih menggunakan jasa transportasi milik asing. Hal itu menimbulkan defisit transaksi berjalan.

"Soal defisit transaksi berjalan, hanya Indonesia yang mengalami hal itu," tuturnya.

Lalu pendapatan pajak serta rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) yang kurang memuaskan menyebabkan pendapatan negara minim. Alhasil, neraca pendapatan juga mengalami defisit.

Mantan Menteri keuangan itu memaparkan kebijakan fiskal, moneter, dan makroprudensial merupakan tiga komponen utama yang mampu mendongkrak pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

"Kebijakan Bank Indonesia itu adalah menjaga kestabilan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, dan inklusif." ucapnya.

Jika rupiah bergerak stabil, maka pertumbuhan ekonomi dan pembangunan niscaya dapat terus terjadi secara berkesinambungan.

Kebijakan moneter yang diterbitkan bank sentral berfungsi menjaga lonjakan inflasi. Kebijakan lain yang ditawarkan BI melalui bauran kebijakan tersebut adalah kebijakan ... Baca halaman selanjutnya