Rugi 283 Juta Dolar AS, Garuda Tunda Penyewaan 20 Pesawat Baru

"Kerugian tersebut merupakan imbas dari kondisi keuangan pada Semester I 2017"
Garuda Indonesia (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Sepanjang semester I 2017, PT Garuda Indonesia tercatat mengalami kerugian sebesar US$283,75 juta atau meningkat tajam 349,04 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$63,19 juta.

Perusahaan milik negara itu memprediksi perusahaan bakal terus merugi hingga akhir tahun ini. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury mengatakan, kerugian tersebut merupakan imbas dari kondisi keuangan pada Semester I 2017.

"Kondisi perusahaan yang rugi berimbas pada penundaan penyewaan sebanyak 20 pesawat yang akan dilaksanakan hingga tahun 2019 mendatang," kata Pahala.

Menurutnya, penundaan penyewaan pesawat tersebut adalah pada sisi pengiriman pesawat, "Kami sekarang sedang berusaha untuk bisa melakukan penundaan pengiriman pesawat setelah tahun 2019," ujarnya.

Selain itu, perningkatan utilitas pesawat juga menjadi faktor penundaan penyewaan. saat ini utilisasi pesawat Garuda Indonesia tercatat di angka 9 jam 38 menit per hari. Sementara itu, perusahaan ingin meningkatkan angka tersebut menjadi 11 jam per hari di tahun 2021.

"Dari 20 pesawat yang disewa tersebut 10 diantaranya untuk Citilink dan 10 lagi untuk Garuda," sebut Pahala. Namun begitu, ia enggan menyebut dari mana pesawat sewaan tersebut berasal.

Berdasarkan laporan keuangan Garuda Indonesia per semester I 2017, biaya sewa operasi perusahaan tercatat US$8,0 miliar atau turun tipis 1,84 persen dari posisi akhir 2016 sebesar US$8,15 miliar.

"Pesawat (yang akan disewa) ini kan rencananya akan mengantikan pesawat yang ada. Dengan tidak lakukan delivery, kita bisa menunda, sehingga biaya leasing-nya bisa diturunkan," kata Pahala.

Kendati demikian, ia juga belum bisa menilai dampak penundaan leasing ini terhadap kinerja laba dan pendapatan perseroan hingga akhir tahun mendatang.(*)