Penyelenggaraan Haji Ikut Memperbaiki Keuangan Garuda

"Garuda menerbangkan 107 ribu jemaah, atau lebih banyak dari tahun 2016 yang hanya 78.607 jamaah"
Pesawat Garuda Indonesia (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Direkut Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Pahala Nugraha Mansury menaatakan, penyelenggaraan ibadah haji, ikut memperbaiki neraca keuangan perusahaan penerbangan plat merah itu.

Selama musim haji tahun ini kata Pahala, Garuda menerbangkan 107 ribu jemaah, atau lebih banyak dari tahun 2016 yang hanya 78.607 jamaah.

"Selama kurun waktu 3 bulan pelaksanaan Ibadaha Haji, neraca keuangan kami mengalami perbaikan dan kenaikan yang cukup signifikan. Ini semua berkat kerja sama antara Garuda, Kemenag dan berbagai instansi lainnya," katanya.

Menurutnya, penerbangan untuk ibadah haji berkontribusi sekitar 7% dari total pendapatan GIAA.

Meski jumlahnya jemaahnya semakin banyak, lanjut Pahala, tingkat ketepatan waktu (on time performance) penerbangan haji tahun ini juga membaik, yakni mencapai 96,93%.

Ketepatan waktu tersebut terdiri atas fase keberangkatan 98,2% dan fase pemulangan 95,67%.

Peningkatan keuangan tersebut diketahui setelah Garuda Indonesia membukukan kerugian pada semester I tahun 2017 yang jumlahnya sebanyak 281,92 juta dollar AS atau Rp3,66 triliun (kurs Rp13.000).

Kerugian maskapai tersebut naik 343,33 persen dibandingkan semester I tahun 2016 sebesar 63,59 juta dollar AS atau Rp826,6 miliar.

Kerugian itu disebabkan oleh biaya bahan bakar avtur yang membengkak pada semester I sebesar 571,1 juta dollar AS atau Rp 74,24 triliun.

Selain itu kerugian tersebut juga disumbangkan dari pembayaran amnesti pajak sebesar 137 juta dollar AS atau Rp1,78 triliun.

Kendati demikian, perseroan juga mencatatkan pendapatan operasi pada semester I tahun 2017 sebesar 1,9 miliar dollar AS atau Rp 24,7 triliun. Nilai tersebut naik 7 persen dibandingkan tahun lalu.(*)