Dipindahkan ke Lapak Perahu, PKL Pasar Raya Padang Mengeluh

"Mereka mengalami penurunan omset yang sangat drastis sejak mulai berjualan di lokasi yang disediakan Pemko Kota Padang tersebut."
Kios berbentuk kapal di Pasar Raya Padang sepi pembeli, para pedagang mengeluh kekurangan omset. (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Setelah 12 hari berjualan di lapak yang berbentuk kapal dekat air mancur Pasar Raya Padang, para pedagang kaki lima (PKL) yang dipindahkan kesana mengeluh.

Mereka mengalami penurunan omset yang sangat drastis sejak mulai berjualan di lokasi yang disediakan Pemko Kota Padang tersebut.

"Sejak awal berjualan di sini, omset saya setiap hari tidak pernah mencapai Rp100 ribu, sementara di tempat lama omset saya bisa mencapai Rp300 ribu per harinya," ujar salah satu pedagang, Lena (40).

Keluhan tersebut diungkapkan karena rata-rata para PKL ini sudah tidak bisa menutup biaya yang yang harus mereka keluarkan setiap hari. Sementara, omset yang mereka dapat tidak mencukupi setiap harinya.

Parahnya, para pemilik lapak ini pun terpaksa berjualan sendiri padahal sebelumnya mereka sanggup menggaji pekerja.

"Setidaknya ada sekitar 32 orang pedagang dari bundaran yang dipindahkan kesini dan semuanya merasakan hal yang sama," ujar Ketua Pedagang di lokasi tersebut, Wewen Fernando.

Dengan kondisi itu, para pedagang ini kebanyakan memilih untuk menggelar lagi lapak dagangan mereka di tempat yang lama untuk mengembalikan modal mereka yang sudah termakan.

"Jika tetap seperti ini dan tidak ada tindakan dari Pemko, kami akan kembali berjualan di tempat lama karena sudah tidak tahan lagi dengan kondisi ini," tuturnya.

Hingga Kamis 1 Desember 2016 sore, terlihat beberapa pedagang sudah kembali berjualan di tempat yang lama dan tidak memakai gerobak bantuan dari Pemko.

"Sudah banyak juga yang turun ke bawah untuk berjualan dan ada juga yang ditangkap oleh Pol PP. Mau bagaimana lagi, daripada anak istri tidak makan," lanjutnya.

Dengan keadaan seperti itu, pedagang yang baru dipindahkan ke kapal meminta Pemko Padang bisa mengkondisikan angkutan kota agar bisa berhenti di dekat mereka berjualan.

"Kalau sudah ada angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang di ... Baca halaman selanjutnya